14 Juli 2017

MAKANAN OLAHAN PRODUK PONPES PETANI NUSANTARA PALEDAH

SUUK SANGRAY
Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

SUUK SANGRAY
Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

SUUK SANGRAY
Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

SUUK SANGRAY
Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

SUUK SANGRAY
Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

KECAP TRADISIONAL
Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

KECAP TRADISIONAL
Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

KRIPIK PISANG
Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

SALE PISANG
Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

KRIPIK SINGKONG
Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

KRIPIK SALE PISANG
Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"


Makanan Olahan Produk Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

PENGASUH : KH. ABDUL GHOFUR BISRI

ASISTEN :
WARINO MA'RUF ABDULLOH
MUSLIMAN
IMDADUN HAKIM
Hj. AMINAH
NURFAOZAH
HIKMATUL WAIYAH
ATUN
MUHALIM
MAHFUD
DIKUN SYARIFUDIN
SUTARMO

HALAQOH PERDANA NGAJI AGRIBISNIS WARINO SIKEPIS








HALAQOH NGAJI AGRIBISNIS WARINO SIKEPIS

Pertemuan Pertama Dengan Anak - Anak Santri Tani Dusun Cibadak Usia SLTA & SLTP Sebagai Santri Pertama Pondok Pesantren Petani Nusantara.
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Kedepan"

KURIKULUM SEKOLAH ALAM:
> Halaqoh Ngaji Agribisnis;
> Rembug Santri Tani Bulanan; 
> Pemberdayaan BANSER; 
> Dasa Usaha Tani; 
> Analisa Usaha Tani;
> Laborat Kaji Terap;
> Klinik Tani; 
> Waroeng Tani.

Angkatan Pertama Ada Tiga Group 
Group A Ketua Ahmad Imron Rosadi
Group B Ketua Yayan 
Group C Ketua Rozak

HALAQOH NGAJI AGRIBISNIS WARINO SIKEPIS


























PENDAHULUAN
A.      Pendahuluan
Secara bahasa halaqah artinya lingkaran, dalam hal ini berarti lingkaran orang - orang yang duduk bersama dalam suatu majelis pengajian untuk bersama-sama mengkaji dan mempelajari Islam. Dalam bahasa yang lebih populer bisa juga disebut sebagai pengajian atau majelis taklim.Halaqah merupakan sistem pendidikan Islam tertua, yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah sejak awal turunnya Al - Islam. Sebagaimana dicatat dalam sejarah, diawal da’wah Islam proses penanaman nilai - nilai ajaran Islam dilakukan oleh Rasulullah di rumah Al - Arqam.Sistem halaqah ini juga telah diwariskan dari generasi ke generasi  dan telah terbukti efektifitasnya dalam dalam membentuk kepribadian ummat Islam, meluruskan pemahaman serta aqidah mereka. Bahkan juga transformasi Ilmu pengetahuan.Halaqah bisa didefinisikan sebagai sebuah wahana tarbiyah (pembinaan), berupa kelompok kecil yang terdiri dari murabbi (pembina) dan sejumlah mutarabbi (binaan), dengan manhaj (kurikulum) yang jelas, dan diselenggarakan melalui berbagai macam sarana (perangkat) tarbiyah. Dengan demikian, elemen-elemen halaqah adalah :(1) Murabbi, (2) Mutarabbi, (3) Manhaj tarbiyah, dan (4) Sarana (perangkat) tarbiyah. Dalam sebuah halaqah, murabbi dan mutarabbi bekerjasama untuk melaksanakan manhaj yang ada melalui sarana-sarana (perangkat-perangkat) yang sesuai.
B.       Rumusan Masalah
1.      Elemen-elemen apa saja yang termasuk dalam halaqah?2.      Bagaimana proses halaqah sebagai pendidikan tinggi informal?3.      Apa Tujuan dan fungsi dilaksanakanya pendidikan halaqah?
C.      Tujuan Masalah
1.      Menambah ilmu pengetahuan tentang Halaqah sebagai pendidikan tinggi informal2.      Menjadikan setiap muslim agar tetap melaksanakan halaqah sebagai transformasi ilmu pengetahuan.
PEMBAHASAN
A.      Pengertian dan sejarah HalaqahHalaqah atau halqah artinya lingkaran. Kalimat halqah min al-nas (حلقة من الناس) artinya kumpulan orang yang duduk. (A.W. Munawwir, 1997:290).  Menurut istilah halaqah diberi definisi sebagai berikut:
1.      Halaqah adalah proses belajar mengajar yang dilaksanakan murid - murid dengan melingkari guru yang bersangkutan. Biasanya duduk dilantai serta berlangsung secara kontinu untuk mendengarkan seorang guru membacakan dan menerangkan kitab karangannya atau memberi komentar atas karya orang lain. (Hanun Asrohah, 1999:49)
2.      Suatu proses pendidikan dimana murid mengambil posisi melingkari guru. Guru duduk di tengah lingkaran murid dengan posisi wajah murid menghadap kepada guru. (Hanun Asrohah, 1999:49)
3.      Hasan Alwi mendefinisikan halaqah sebagai cara belajar atau mengajar dengan duduk di atas tikar dan posisi melingkar. (Hasan Alwi, 1997: 383).
Halaqah sudah ada sejak masa awal Islam. Halaqah dimaksud pertama kali dilakukan di mesjid. Nabi sendiri lebih banyak melakukan tugas mendidik umat melalui halaqah di mesjid yang menyatu dengan rumah beliau pada waktu-waktu yang dipilih. Hal demikian sebagaimana disebutkan oleh Bukhari dalam kitab sahihnya  sebagai berikut:
Ibn Mas’ud meriwayatkan:
كان – رسول الله صلى الله عليه و سلم –  يتخولنا بالموعظة في الأيام كراهة السأمة عليناArtinya: Nabi SAW membuat sela-sela dalam ceramah pada hari-hari tertentu demi menghindari kebosanan.
Dalam halaqah dimaksud, Nabi SAW menyampaikan materi ilmu yang beragam. Namun yang paling diutamakan oleh Nabi adalah mengajarkan al-Qur`an. M. Alawi al-Makki mengatakan:
Pada majelis-mejelis halaqah kenabian dipelajari ilmu-ilmu dasar beserta kaidah-kaidahnya, seperti berbagai macam fadhilah, wawasan pemikiran, akhlak, tradisi yang baik, dan faedah-faedahnya yang besar, yang merupakan sumber ilmu pengetahuan. Kami akan menuturkan sebagian dari apa yang dipelajari para sahabat pada halaqah agung yang mulia tersebut. Dan tidak diragukan lagi, sesungguhnya ilmu dasar terpenting di situ adalah al-Qur`an al-Karim.
Dalam perkembangan berikutnya, halaqah tidak lagi hanya diselenggarakan di mesjid. Umar bin Khattab ketika menjadi amir al-mu`minin menginstruksikan para pembantunya membangun kuttab (rumah-rumah belajar) sekaligus mengangkat pegawai untuk mendidik dan mengajari anak-anak tatak rama dalam hidup.
Di Madinah, pada abad ke 14, halaqah masih menjadi institusi pendidikan yang dominan. Ibnu Bathuthah melaporkan bahwa menjelang akhir 728 H/ 1326 M bahwa dia mengamati pada malam hari kegiatan keilmuan yang diselenggarakan di Masjid Nabawi, dimana ulama dan murid-murid membentuk halaqah, lengkap dengan al-Qur`an dan kitab-kitab lain sebagai sumber belajar. Begitu juga di Makkah, halaqah menjadi praktik umum, sebagaimana disaksikan Ibnu Bathuthah di Madinah. Azyumardi Azra menjelaskan:
“Catatan-catatan lebih belakangan tentang Masjid al-Haram, seperti yang diberikan al-Fasi, bersaksi bahwa halaqah tetap dipertahankan sebagai metode utama proses belajar-mengajar. Halaqah biasanya diselenggarakan di pagi hari setalah shalat Shubuh, ‘Ashr, Maghrib dan Isya`. Selama siang hari kegiatan pendidikan pindah ke madrasah-madrasah di sekitar masjid”. (Azyumardi Azra,1994:64)
Alasan lain bahwa kegiatan pendidikan pada masa selanjutnya tidak lagi kondusif jika tetap dilakukan di mesjid, karena fungsi ibadah sebagai fungsi utama mesjid terganggu oleh karena semakin banyaknya halaqah ilmu dalam berbagai bidang. Ahmad Syalabi menjelaskan:
Sejak masa awal Islam, banyak orang berminat untuk mempelajari Islam. Semakin lama, semakin banyak orang menghadiri pertemuan untuk belajar ilmu (halaqah ‘ilm). Dari setiap halaqah terdengar suara dari seorang guru yang memberikan pelajarannya dan dari suara-suara peserta didik yang bertanya dan saling berdebat. Maka terjadilah suara yang gemuruh dari halaqah-halaqah itu. Sedikit banyak hal itu menimbulkan gemuruh suara yang mengganggu pelaksanaan ibadah sebagaimana mestinya. Dengan demikian, masjid menjadi sulit dijadikan tempat ibadah dan tempat belajar sekaligus.
Berkembangnya kebutuhan ilmiah sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan, banyak ilmu tidak lagi sepenuhnya dapat diajarkan di mesjid. Sejalan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan pun mengalami kemajuan makin pesat. Pada abad keempat hijriah gerakan pemikiran berkembang dengan pesat. Pada saat itu, perdebatan dan pertikaian mengenai agama di kalangan masyarakat Muslim memang cukup dahsyat. Akibatnya, masjid tidak dipertimbangkan lagi sebagai tempat utama pendidikan.
Dalam suasana seperti ini muncul semakin beragam bentuk-bentuk lembaga pendidikan, di antaranya madrasah, kuttab, dar al-hikmah, dar al-‘ilm, bimaristan, dan sebagainya. Halaqah memang tetap bertahan, tetapi tidak lagi menjadi institusi utama pendidikan Islam. (Maksum, 1999:56)
B.       Sarana / Perangkat Halaqah
1.    LIQA’ adalah pertemuan rutin yang dilakukan setiap pekan. Liqa’ dilakukan sebagai sarana untuk penyampaian materi-materi yang sudah ditetapkan dalam manhaj tarbiyah. Namun liqa’ bukan hanya sebuah majelis ilmu. Bahkan tidak benar jika liqa’ hanya difungsikan sebagai sebuah majelis ilmu. Lebih daripada majelis ilmu, liqa’ adalah sarana untuk membangun dan memelihara spirit (semangat) beribadah dan berdakwah. Karena itulah, dalam liqa’ dilakukan evaluasi terhadap amal ibadah yang telah dilakukan selama sepekan terakhir. Dalam liqa’ juga disampaikan informasi-informasi penting terkait dengan aktivitas dakwah. Juga dilakukan diskusi, evaluasi, dan koordinasi mengenai aktivitas-aktivitas dakwah yang dilakukan.
2. MABIT adalah kegiatan bermalam dalam rangka untuk meningkatkan kualitas ruhiyah, dan pada saat yang sama juga untuk membangun ikatan hati dan soliditas antar sesama anggota halaqah. Untuk mencapai tujuan ini, agenda-agenda yang dilaksanakan selama mabit antara lain qiyamul lail (sholat tahajud), membaca dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an, berdzikir, muhasabah, dan mendengarkan taujih. Dengan kebersamaan di malam yang penuh kekhusyukan dan kebersahajaan, diharapkan ikatan hati dan soliditas antar anggota halaqah juga semakin menguat.
3.       RIHLAH adalah kegiatan wisata dengan tujuan untuk tadabbur alam, penyegaran, dan sekaligus menguatkan keakraban dan soliditas antar sesama anggota halaqah. Tadabbur alam artinya merenungi kebesaran Allah melalui ciptaan-ciptaan-Nya. Adapun penyegaran dilakukan untuk mengatasi kepenatan dan kejenuhan yang timbul akibat kesibukan aktivitas dakwah.
4.       MUKHAYYAM dari segi bahasa berarti berkemah. Mukhayyam adalah kegiatan berkemah atau semacamnya dengan tujuan untuk melatih ketahanan fisik dan juga mental. Kegiatan ini dilakukan untuk mempersiapkan anggota halaqah pada situasi-situasi sulit yang menuntut ketahanan fisik dan mental. Kegiatan rutin yang mendukung mukhayyam adalah olahraga rutin. Mukhayyam hanya diadakan setahun sekali, sedangkan olahraga rutin harus dilakukan dengan basis harian atau pekanan.
5.       DAURAH adalah kegiatan pelatihan, seminar, kajian, atau workshop yang dimaksudkan untuk meng-upgrade wawasan mengenai suatu masalah atau mengasah keterampilan tertentu, yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas dakwah.
C.      Manajemen Halaqah1.         Murabbi halaqah.Murabbi adalah seorang pemimpin dan pembimbing dalam halaqah. Peranan murabbi sangat menentukan kesuksesan sebuah halaqah. Adapun peran dan fungsi murabi halaqah meliputi:a.    Muallim, yang bertanggungjawab untuk mendidik anggotanya agar dapat memahami dan melakanakan ajaran Islam secara benar.b.    Mas’ul, yang bertanggungjawab memimpin, mengkoordinir, mengarahkan serta mengevaluasi (mutaba’ah) perkembangan anggotanya dari waktu ke waktu.c.    Qudwah hasanah, yang dituntut untuk memberikan contoh dan tauladan yang baik dalam kehidupan sebagai seorang mukmin.2.         Anggota halaqah.Anggota halaqah adalah setiap muslim yang telah terdaftar. Setiap halaqah beranggotakan antara 10-15 santri. Proses pembentukan halaqah seyogyanya mempertimbangkan berbagai faktoryang mempengaruhi efektifitas halaqah; seperti: usia, senioritas, domisili, tingkat pemahaman Islam, tingkat pendidikan, dsb.3.         Materi halaqah.Materi halaqah merupakan bahan-bahan yang diperlukan untuk proses pembinaan anggota secara terstruktur dan berkelanjutan, yang terdiri dari kurikulum dan buku-buku panduan. Silabus materi pembinaan halaqah dapat dilihat pada lampiran.4.         Kegiatan halaqaha.         Pertemuan mingguanb.        Pertemuan bulanan5.         Administrasi halaqahUntuk terwujudnya tujuan halaqah, diperlukan proses pengadministraian. Adapun administrasi halaqah terdiri dari:a.         Buku jurnal halaqahb.        Buku catatan kegiatan halaqah .c.         Tata tertib halaqah6.         Evaluasi halaqaha.         Evaluasi mingguan, dilakukan untuk mengetahui perkembangan pribadi anggota halaqah, dengan cara mencermati lembar muhasabah dan menanyakan secara lisan.b.        Evaluasi Semester, dilakukan dalam Rakor murobbi halaqah pandu Hidayatullah untuk mengetahui realiasi program halaqah secara umum, kendala serta penyebabnya. 
D.      Fungsi Halaqoh1.    MuakhhohHalaqah Ngaji Agribisnis  berfungsi sebagai sarana muakhhoh (mempersaudarakan). Dalam halaqah ini antara anggota halaqoh yang satu dengan anggota yang lainnya merupakan sebuah keluarga, dimana terjadi hubungan yang intensif untuk saling mengenali (ta’aruf), saling memahami (tafahum),  saling membantu (ta’awun), dan saling menanggung (takaflul).Segala persoalan yang terjadi pada anggota halaqah secara dini dapat diketahui oleh anggota yang lain dalam halaqah, demikian pula penyelesaiannya.2.    TarbiyahHalaqah Ngaji Agribisnis  berfungsi sebagai sarana tarbiyah, yang mencakup kegiatan tilawah (pemahaman) ayat-ayat Allah dalam kehidupan nyata, tazkiyatun (pensucian hati) danta’limatul kitab wa as-sunnah (pengajaran) nilai-nilai al-Qur’an dan As-Sunnah (Al-Jumu’ah: 2).3.          Tandzim .Halaqah Ngaji Agribisnis juga berfungsi sebagai sarana tandzim (pengorganisasian). Ini penting, agar santri  tidak hanya memahami ajaran Islam dan melaksanakannya secara individual, tetapi dapat menegakkannnya secara kaffah dengan cara hidup berjama’ah. (Zahara Idris, 199:58)
E.       Lembaga Informal Pendidikan KarakteristikAda tiga hal yang ditengarai sebagai faktor yang melandasi dilembagakannya pendidikan informal, yakni:1.      Keinginan para ilmuwan dan para sarjana dari kalangan muda untuk saling berkomunikasi dan saling mendorong semangat keilmuan mereka.2.      Kehausan akan ilmu pengetahuan yang didorong dengan adanya kebutuhan untuk memperluas pengetahuan umum dan untuk memahami gejala-gejala alam.3.      Semangat dalam mempertahankan keimanan Islam dalam menghadapi misionaris agama-agama lain.Secara eksplisit karakteristik pendidikan formal dan informal yang berlangsung pada periode klasik sulit dibedakan. Namun ada sisi lain yang dapat kita kaji secara kritis untuk membedakan diantara keduanya, yaitu dari segi sumber pendanaan yang diterima dari negara. Dana yang diterima pendidikan formal sifatnya langsung atau dalam istilah Azyumardi disebut kontan, sedang dalam pendidikan informal sifatnya tidak langsung, misalnya saja melalui ketentuan hukum perwakafan. Untuk menambah kejelasan, berikut ini akan diklasifikasikan beberapa faktor yang termasuk dalam karakteristik pendidikan informal, meliputi:-          Lokasi : selain masjid dan madrasah.-          Metode : bebas tidak terikat.-          Subsidi negara : tidak diberikan secara langsung.-          Sebutan guru : lebih popular dengan sebutan shaikh. (Azyumardi Azra, 1995:69)Kelima faktor itulah yang dapat ditengarai sebagai karakteristik pendidikan informal. Namun, tidak menutup kemungkinan munculnya unsur ambiguitas diantara faktor-faktor yang terkait.Halaqah (lingkaran studi) adalah merupakan forum kajian keilmuan yang sistem penyelenggaraanya dimulai dengan memberikan garis-garis umum mata pelajaran, dilanjutkan pelajaran secara detail dan mendalam tentang masing-masing sub materi. Lalu diakhiri dengan evaluasi dalam bentuk diskusi. Proses ini penekanannya terletak pada analisis dan pengembangan informal tentang pandangan seorang guru yang disebut dengan shaikh. Dengan demikian maka kurikulum sebuah halaqah lebih banyak tergantung pada pengalaman dan pengetahuan sang guru atau pada suatu ijazah atau sertifikasi yang dimiliki seorang guru disaat menempuh perjalanan keilmiahannya.Dalam prakteknya, halaqah yang berkembang pada periode klasik dengan mengacu pada karakteristik di atas dapat diklasifikasikan pada dua macam bentuk pendidikan yaitu formal dan informal. Formulasi formal dalam wacana ini adalah halaqah yang diselenggarakan di masjid-masjid. Sedangkan untuk informalnya adalah yang diselenggarakan diluar atau selain di masjid, seperti dilingkungan istana, dirumah-rumah pembesar negara, di perpustakaan, took-toko buku, rumah-rumah para ilmuan. Contoh dalam sejarah kita mengenal halaqah al Ghazali, halaqah Ibn Killis, halaqah al Fatimy dan lain-lain.Secara garis besar fungsi halaqah dapat ditinjau dari dua segi, yaitu 
(a) sebagai forum diskusi dan 
(b) sebagai sanggar sastra.1.         Sebagai forum diskusi, pada forum ini para siswa diberi kesempatan untuk melakukan refleksi tentang masalah-masalah penting dan sekaligus menunjukkan ketrampilannya dalam beradu argumentasi. Topik yang menjadi bahan diskusi seringkali dikaitkan dengan kehidupan intelektual Islam atau persoalan-persoalan aktual yang lebih banyak ditentukan oleh shaikh yang bersangkutan.2.         Sebagai sanggar sastra. Halaqah dalam wacana ini pada awalnya terbatas dikalangan keluarga istana. Akhirnya membudaya dikalangan para penguasa. Kelompok-kelompok bangsawan bawahan. Titik focus penyelenggaraannya cenderung mengukuhkan kembali ajaran-ajaran tradisional. Namun pada perkembangan selanjutnya mengarah sebagai media masuknya pemikiran intelektual dan sains Yunani ke dalam peradaban Islam. Popularitas sebuah sanggar banyak tergantung pada kekayaan dan kekuatan seorang Patron (pemilik sanggar ) dalam menarik para cendekiawan pada kelompok masyarakat tertentu. Yaitu terdiri dari kaum cerdik dibidang matematika, filsafat, teologi, pejabat, politikus dan pemimpin keagamaan. (Zuhairini dkk, 1994:97-98)

PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha untuk memperoleh ilmu pengetahuan tidak semata-mata melalui pendidikan formal, akan tetapi dapat juga didapat dari pendidikan informal, apalagi hal itu di wilayah pendidikan tinggi. Adapun bentuk pendidikan informal dalam pendidikan tinggi –dalam hal ini perguruan tinggi- adalah halaqah, observatorium dan perpustakaan.
Halaqah (lingkaran studi) merupakan bentuk pendidikan dengan cara melakukan diskusi-diskusi yang mengkaji suatu ilmu yang dipimpin oleh seorang shaikh. Dalam perkembangannya sering diadakan oleh para mahasiswa di lembaga-lembaga pendidikan tinggi Islam khususnya di masjid-masjid. Selain itu adalah observatorium yang mungkin perkembangan saat ini berbentuk lembaga penelitian (laboratorium) yang terdapat diberbagai perguruan tinggi dalam usaha untuk menemukan sesuatu yang baru dalam bidang ilmu pengetahuan.


13 Juli 2017

KAMPOENG WISATA AGRO KWA CIBADAK & PONPES PETANI NUSANTARA











































KAMPOENG WISATA AGRO
KWA CIBADAK
DESA PALEDAH KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN

ADA SECERCAH HARAPAN BARU UNTUK MENERUSKAN CITA - CITA LAMA

Alhamdulillah Sudah Selesai Menerima Tamu Dari Universitas Padjadjaran UNPAD Bandung, Empat Orang Tim Peneliti UNPAD Tentang Desa Wisata "Kampoeng Wisata Agro" KWA SIKEPIS Dusun Cibadak Desa Paledah Kec. Padaherang Kab. Pangandaran. Wawancara, Kunjungan Lapangan, Dan Diskusi.

Tim Peneliti UNPAD Yang Berkunjung Ke KWA Cibadak Desa Paledah Kec. Padaherang Kab. Pangandaran Pada Hari Kamis, Tanggal 13 Juli 2017
NO
NAMA
TANDA TANGAN
NO. HP
1
Dr. Pawit M Yusup, M.S.


2
Hj. Neneng Komariah, M.Lib.


3
Encang Saepudin, S.S., M.Si


4
Saleha Rodiah, S.Sos, M.Si


Yang Menerima Tim Kampoeng Wisata Agro KWA Cibadak Desa Paledah Kec. Padaherang Kab. Pangandaran
NO
NAMA
TANDA TANGAN
NO. HP
1
Warino Ma'ruf Abdulloh


2
Muhalim


3
Mahpud


4
Musliman



Semoga Hasil Penelitian Dan Kajian Para Akademisi / Peneliti UNPAD Bandung Ini Nantinya Bisa Untuk Rujukan Kami dan Akan Memberikan Masukan Yang Bermanfaat Besar Untuk Pengembangan Dan Memajukan Desa Wisata Agro “Kampoeng Wisata Agro” KWA Cibadak Paledah Yang Kami Gagas Sejak Tahun 1998 melalui Forum Ikatan Remaja Islam Kreatif (FIKRI KREATIF). 
Dengan Gagasan Awal Yakni Menciptakan Lapangan Kerja Di Desa Agar Generasi Muda Tidak Mencari Kerja Ke Kota, Terutama Anggota FIKRI KREATIF Agar Tetap Tinggal Di Desa Membangun Desa.

MEMBUKA Kembali Dokumen Konsep MASTER PLAN "Kampoeng Wisata Agro" Dusun Cibadak Desa Paledah Kec. Padaherang Kab. Pangandaran. Yang Dulu Masih Kab. Ciamis Tahun 2011, Sebelum Pemekaran DOB Pangandaran. Murni Orisinil Konsep Pemikiran Petani Desa Tim "Kampoeng Wisata Agro" KWA CIBADAK Desa Paledah.

Kedepan Di Kampoeng Wisata Agro KWA Cibadak akan diselenggarakan SEKOLAH ALAM
Pondok Pesantren Petani Nusantara 
Cibadak - Paledah - Padaherang - Pangandaran 
Motto : "Ibadah Menanam Hari Ini Untuk Seratus Tahun Yang Akan Datang"
KURIKULUM SEKOLAH ALAM :
l Ngaji Agribisnis;
l Rembug Santri Tani Bulanan; 
l Pemberdayaan BANSER; 
l Dasa Usaha Tani; 
l Analisa Usaha Tani;
l Laborat Kaji Terap;
l Klinik Tani; 
l Waroeng Tani.

JANGAN PERNAH MALU ORANG TUA KITA PETANI, KARENA RIZEKINYA "BERKAH" DUNIA DAN AKHIRAT

1. Kejujuran adalah langkah mencari rezeki yang halal, walaupun itu dimulai dari pekerjaan yang kecil.
Kejujuran itu tidak memandang besar atau kecilnya sesuatu. Menjadi pribadi yang jujur merupakan suatu yang wajib untuk siapa saja. Jika orang tuamu bekerja dengan penuh kejujuran, maka kamu patut berbangga pada mereka. Walaupun itu kecil, tapi berkah, walaupun itu sedikit, dengan keberkahan dan label halal telah melekat didalamnya. Sehingga menjadikannya sangat cukup untuk kehidupannya.

2. Singkirkan segala bentuk gengsi, karena hidup bukan masalah harta atau pekerjaan mewah. Tetapi masalah moral yang menjadikan semuanya jauh lebih terhormat.
Tuhan tidak pernah memandang seseorang dari hartanya, dari pekerjaannya, atau dari bentuk fisiknya, di mata-Nya semua manusia itu sama. Yang menjadi pembeda diantara kita dari manusia yang lain adalah Iman dan Takwa. Ketika kamu hadir dikehidupan dengan peran menjadi orang yang “kecil”, tapi dengan iman, takwa dan moral yang baik akan menepis segala bisikan yang merusak dalam perjalanan hidupmu. Singkirkan segala gengsi dari mereka yang berlenggak lenggok dengan hartanya, mulai lah berusaha dan tetap bantu serta hormati orang tuamu dalam mencari rezki yang halal. Karena tidak ada yang patut dimalukan selama kamu berjuang untuk sesuatu yang halal.

3. Jangan pernah malu pada orang tuamu walaupun mereka cuma seorang petani, pedagang kecil atau pun tukang becak. Selama mereka berjuang untuk yang halal, maka kamu patut berbangga pada mereka.
Jika orang tuamu adalah seorang petani kecil, seorang pedagang kaki lima atau pun hanya memiliki kedai kecil-kecilan, atau bisa juga orang tuamu adalah seorang pengayuh becak. Tapi selama mereka bercucuran keringat dalam mencari rezki yang halal, itu jauh lebih “kaya” ketimbang mobil mewah, rumah mewah, gadget mahal, yang kadang didapat dari hasil kecurangan.
Sesuatu yang didapat dengan cara yang baik-baik, maka hasilnya pasti akan baik pula. Jadi kenapa kamu mesti malu, yang patut kamu malukan adalah jika orang tuamu adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan dengan penuh penipuan dan kecurangan. Walaupun hasilnya adalah menjadi orang yang kaya, tapi cuma kaya yang ada didalam kata saja, namun jauh di dalam hati mereka. Segala bentuk keluh kesah dan ketakutan akan terus menghantui mereka.


4. Cobalah sekali-kali pandangi mereka saat tidur, maka kamu akan rasakan betapa letihnya mereka, tetapi dengan bantuan dan semangat yang kamu berikan, maka jiwa mereka tetaplah kuat.
Ketika orang tuamu sedang tidur, coba pandangilah wajahnya. Pandangilah dan resapi dengan hati, maka kamu bisa rasakah kepenatan yang mereka rasakan sepanjang hari. Tetapi, ketika kamu adalah anak yang berbakti, suka menolong dan tidak pernah malu terhadap mereka. Maka sesungguhnya mereka memiliki jiwa yang sangat kuat. Karena mereka yakin, dengan segala upaya yang mereka lakukan, mereka yakin bahwa kamu akan menjadi orang yang berhasil, orang yang akan membawa perubahan pada keluargamu sendiri.


5. Jangan pernah malu, ketika mereka berusaha mencari yang halal agar kamu bisa sekolah, kuliah dan mendapatkan pekerjaan atau pun membangun usaha yang lebih baik.
Mereka berusaha mencari yang halal agar kamu bisa bersekolah atau pun kuliah. Maka pada saat itu kamu akan memiliki tanggung jawab yang besar, maka jalanilah pekerjaan mu sebagai siswa ataupun mahasiswa/wi dengan baik. Tugas utamamu hanyalah menjadi siswa atau mahasiswa/wi yang berpendidikan, sehingga suatu saat kelak. kamu lulus dan bisa mendapatkan pekerjaan atau pun membangun sebuah usaha yang jauh lebih baik, maka jangan pernah lupakan mereka yang sudah mengantarkanmu pada titik tersebut.

6. Jangan pernah malu, karena mereka yakin padamu. Bahwa kamu akan menjadi orang yang berhasil, yang bisa membawa perubahan pada keluarga dan bangsamu.
Setiap orang tua selalu menaruh harapan yang besar pada anaknya. Maka perjuanganmu untuk bisa menjadi orang yang berhasil adalah bentuk rasa syukur dan terima kasihmu pada mereka. Walaupun orang tua tidak pernah meminta, tapi kamu harus tau, bahwa itu hanya akan timbul dari kesadaran diri sendiri saja. Mereka selalu berdo’a agar kamu bisa menjadi orang yang hebat, orang yang akan membawa perubahan pada keluarga.


7. Saat kamu berhasil, dan ingin menikah dengan kekasih pujaan hatimu, maka jangan pernah malu memperkenalkan dia pada orang tuamu.
Keberhasilan seorang anak itu bukan cuma hasil dari usaha dia sendiri. Tetapi, tidak akan pernah lepas dari peran orang tua. Ketika kamu berhasil dan bersiap untuk menikah, maka jangan pernah malu memperkenalkan kekasihmu pada orang tuamu. Cukup cuma 1 kisah malin kundang yang ada di dunia ini. Jangan sampai kamu menjadi penerus dari perjuangan malin kundang. Jika kekasihmu tidak suka dengan orang tuamu, maka campakkanlah dia dan carilah seseorang yang lebih baik, seseorang yang bisa menyayangi orang tuamu dengan hati tulus ikhlas.


8. Tetaplah menjadi orang yang pandai bersyukur terhadap apa yang kamu dan orang tuamu miliki. Karena dengan syukur, rezki itu akan terus bertambah.
Walaupun orang tuamu bukanlah orang kaya, tetapi kalian selalu bersyukur terhadap rezki yang diberikan. Maka yakinlah bahwa rezki itu akan terus ditambah. Syukur akan membuat yang sedikit terasa cukup, akan membuat yang biasa menjadi luar biasa, akan membuat suatu yang sempit menjadi lapang. Jadilah orang yang pandai bersyukur, dengan syukur maka rasa kaya sesungguhnya bisa kamu miliki dalam setiap langkah kehidupanmu.

Semoga dengan sedikit ulasan diatas bisa memberikan kita kesadaran atas apa yang telah diperjuangkan orang tua untuk kita sehingga kita bisa sekolah dan sukses sampai sekarang ini, semua itu tak luput dari kerja keras dan doa orang tua kita, mereka tak pernah putus asa ketika sedang berusaha untuk memajukan pendidikan kita, maka apa salahnya jika kita membalas budi mereka walaupun itu mustahil karena jasa merka tak bisa tergantikan dengan uang, setidaknya kita bersyukur atas nikmat yang diberikan tuhan kepada kita dan selalu menyayangi kedua orang tua kita.


Pembangunan Pertanian dan Pemberdayaan Petani di Kabupaten Pangandaran Yang Fokus Sesuai Potensi Dan Kearifan Lokal. 
Bersama - sama Seluruh Petani Mewujudkan :
1) Wujudkan Zonasi Desa Centra Komoditi Sesuai Potensi Masing2 Desa (93 Desa). Bagaimana Teknisnya ? jawabannya harus melalui diskusi ngopi + 234, kalo disini terlalu panjang.
2) Wujudkan Agropolitan Di Kec. Langkaplancar dan Cigugur. Bagaimana Teknisnya ? jawabannya harus melalui diskusi ngopi + 234, kalo disini terlalu panjang.
3) Wujudkan POSLUHDES di 93 Desa. Bagaimana Teknisnya ? jawabannya harus melalui diskusi ngopi + 234, kalo disini terlalu panjang.
4) Wujudkan Pemberdayaan Petani dari Petani Budidaya Menjadi Petani Agribisnis dengan Wadah Usaha Tani BUMP (Badan Usaha Milik Petani). Bagaimana Teknisnya ? jawabannya harus melalui diskusi ngopi + 234, kalo disini terlalu panjang.
5) Wujudkan BUMD Agro Untuk Menangani Pemasaran Hasil Panen Petani. Bagaimana Teknisnya ? jawabannya harus melalui diskusi ngopi + 234 , kalo disini terlalu panjang.
6) Wujudkan Bank Petani. Bagaimana Teknisnya ? jawabannya harus melalui diskusi ngopi + 234, kalo disini terlalu panjang.

Penjajah Ekonomi Kapitalis telah merebut daratan maupun lautan kita, telah merebut sawah ladang maupun kebun kita, Penjajah Ekonomi Kapitalis menjadikan masyarakat produktif menjadi masyarakat konsumtif, Petani yang dulu Produktif dijadikannya menjadi Petani Konsumtif, para petani lebih suka beli kripik singkong di supermarket daripada membuat kripik singkong sendiri, para petani lebih suka minum air minum kemasan daripada air minum yang dimasak sendiri, petani lebih suka makan buah apel dan anggur daripada bengkoang dan mangga, petani lebih suka beli beras kemasan daripada menumbuk padi sendiri, petani lebih suka makan mie instan daripada nasi oyek hasil produksi sendiri. Petani lebih suka beli pupuk kimia daripada bikin pupuk organik sendiri.
Mari Kita wujudkan Gerakan Ekonomi Kerakyatan Modern. Di era pasar global sekarang ini jangan sampai Desa dan Kampung Kita dikuasai Kaum Kapitalis, mari kita rintis di setiap Desa (93 Desa) dan Dusun (427 Dusun) : Waroeng Tani / Outlet Agribisnis Desa/ Pusat Pemasaran Agribisnis;